Cek dulu yuk, apakah produk kecantikan kamu mengandung bahan berbahaya?

0
Kosmetik wanita
Image by sjajolika from Pixabay

Kulit yang bersih, sehat, rambut lebat dan berkilau, lembut. Wajah yang merona berseri, dengan warna-warni produk makeup yang akan membuat penampilan makin sempurna, tentu saja menjadi dambaan setiap orang.

Tapi sudahkah kita memperhatikan faktor kesehatan produk tersebut?

Ada kurang lebih 35 jenis bahan berbahaya yang terindikasi menjadi kandungan dari produk personal care kita. Diantaranya yang belakangan sedang ramai menjadi perbincangan adalah PARABEN.

Paraben adalah senyawa yang digunakan sebagai bahan pengawet untuk produk-produk kosmetik yang banyak beredar di pasaran. Fungsinya untuk mencegah tumbuhnya jamur, microba dan bakteri pada produk-produk personal care, terutama yang disimpan di tempat lembab seperti kamar mandi.

Meskipun ada batas aman pemakaian paraben yang direkomendasi Scientific Commite On Consumer Savety (SCCS), tetapi tetap saja kita tidak pernah tahu produk mana yang mengikutinya.

Pemakaian paraben secara terus menerus bisa menyebabkan gangguan fungsi hormon, jika dalam kadar berlebihan sering dikaitkan dengan kanker. Beberapa jenis paraben jika terkena sinar UV juga bisa bikin kulit rusak dan terlihat lebih tua. Serem banget kan?

Bayangkan jika semua produk perawatan tubuh kita mengandung paraben, tentu akan sangat berbahaya. Karenanya kita perlu memperhatikan komposisi dan kandungan produk yang kita pakai setiap hari. Karena paraben dapat meresap kedalam tubuh kita dan dapat menimbulkan masalah kesehatan dari yang ringan hingga yang cukup serius.

Jadi jangan mengambil resiko, lebih baik kita beralih ke produk-produk yang berlabel Paraben Free, karena sekarang ini sudah banyak produsen yang berhasil menemukan teknik untuk pengawetan produk namun dengan kadaluarsa yang lebih singkat antara 6 bulan hingga 1 tahun.

Karena tubuh yang sehat akan menghasilkan penampilan yang sempurna, berbeda jika kita hanya ingin terlihat cantik tetapi tidak memperdulikan kesehatan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here